Perlindungan Air Tanah di Kota Kumamoto

Perlindungan Air Tanah di Kota Kumamoto

Kumamoto adalah kota terbesar kedua di Prefektur Kumamoto yang terletak di Pulau Kyushu, Jepang, dengan populasi sebesar kurang lebih 730.000 orang. Kumamoto adalah hub transportasi utama dan gerbang awal dari berbagai lokasi menarik di Kyushu. Kota Kumamoto dan wilayah lain dalam Prefektur Kumamoto dikelilingi oleh gunung berapi aktif sehingga sering juga disebut sebagai “Land of Fire”. 

 

Karena karakteristik geografis kota yang berada di atas lapisan tanah akuifer alami, Kumamoto memiliki cadangan air bersih yang berlimpah dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasi kota sehingga kota ini dikenal juga sebagai “The home of the richest groundwater in Japan”. Dikatakan bahwa tidak perlu membeli air mineral kemasan di Kumamoto, cukup mengisi air dari keran. Sumber air alami ini bersumber dari Gunung Aso dan lahan pertanian (padi) yang mudah menyerap air tanah sehingga sistem air tanah di Kumamoto ini bisa dikatakan terbentuk dari kombinasi seimbang antara sistem alami dan buatan (pertanian). Jika dibandingkan dengan produk air mineral kemasan yang dijual, air keran di Kumamoto memiliki kualitas yang sangat baik. Perbandingan kandungan air keran dan air kemasan adalah sebagai berikut: Kalsium 17.6:20 mg/L; Potassium 4.8/5 mg/L; Silicic Acid 60/60 mg/L; dan Magnesium 9/10 mg/L. 

 

Seiring dengan peningkatan perekonomian Kota Kumamoto yang mempengaruhi luasan area resapan air dan menurunkan kualitas air, pemerintah kota menginisiasi berbagai upaya untuk melindungi sumber air bersih untuk kebutuhan generasi yang akan datang antara lain dengan:

  • Penetapan Peraturan Preservasi Air Tanah, menunjuk unit kerja khusus untuk mengawal sistem dan mengatur pengambilan air tanah, serta membangun fasilitas observasi. 
  • Mengalirkan air kembali ke area persawahan untuk mengisi ulang air tanah serta memberikan sosialisasi melalui cara pelatihan penanaman padi kepada warga Kumamoto. 
  • Reboisasi di area resapan air yang didukung dengan pengelolaan hutan untuk perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kebijakan penghijauan untuk sumber daya air. 
  • Membangun sumur resapan (air hujan) di area perumahan secara khusus dan masif didukung dengan gerakan masyarakat untuk konservasi air melalui pelaporan rutin penggunaan air harian. 
  • Survey rutin air tanah di berbagai lokasi serta purifikasi dari air tanah yang sudah terkontaminasi dengan cara mengurangi level nitrogen nitrat pada air tanah oleh unit kerja khusus dengan tugas utama memeriksa kualitas air.
  • Memasukkan informasi terkait pentingnya air tanah di Kumamoto dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar dan buku teks sekolah maupun melalui pusat komunitas masyarakat.
  • Penerbitan sertifikasi terkait pengetahuan mengenai air yaitu “Kumamoto Mizu Kentei” dan sistem registrasi “Kumamoto Water Heritage Registration System” untuk menjaga budaya lokal dan perdagangan yang terkait erat dengan air tanah, mulai dari sisi arsitektur, kebiasaan, kuliner dan lainnya.

 

Konservasi terhadap area resapan air menjadi salah satu agenda Pemerintah Kota Kumamoto yang dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk dapat terus menjaga dan mempertahankan kuantitas dan kualitas air. Kota-kota di Indonesia yang memiliki kemiripan dari sisi geografis dengan Kumamoto yang wilayahnya dikelilingi oleh gunung berapi dapat mempelajari praktik-praktik ini sehingga dapat menyediakan air bersih siap minum di perkotaan.

 

Sumber: Laporan Study Visit “Sustainable Cities Development: Lesson from Japan”, Kementerian PPN/Bappenas (2023) diolah kembali dengan informasi dari