Bappenas Dorong Integrasi Kajian Strategis Lingkungan dan Sosial dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang Daerah melalui Peningkatan Kapasitas
Depok – Dalam rangka mendorong transformasi perkotaan yang berkelanjutan, Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana sebagai salah satu penanggung jawab komponen GEF Indonesia Sustainable Cities Impact Program (SCIP) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Penguatan Kapasitas Teknis dan Implementasi Integrasi Strategic Environmental and Social Assessment (SESA) dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang (RTR)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10-11 Desember 2025 di Depok, Jawa Barat.
Sebanyak 38 peserta yang berasal dari pemerintah daerah percontohan GEF Indonesia SCIP (Jakarta, Palembang, Semarang, Balikpapan dan Bitung), Kementerian/Lembaga, serta Bank Dunia mengikuti kegiatan ini. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh temuan dari hasil kajian kebijakan, tinjauan literatur, serta penilaian atas implementasi integrasi KLHS dan RTR oleh pemerintah daerah yang menunjukkan masih adanya tantangan penerapan integrasi SESA, khususnya berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia di daerah.
Melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial secara setara, sehingga mampu menghasilkan dokumen RTR yang substansial, akuntabel, dan berkelanjutan di seluruh tahapan perencanaan.
Apa Saja Kegiatan Pelatihan Integrasi SESA dalam Penyusunan RTR?
Hari pertama pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai pemanfaatan Big Data untuk optimalisasi integrasi SESA dalam RTR. Sesi ini menekankan peran Big Data sebagai dasar pengambilan keputusan, kemampuan mengenali sumber, jenis, dan teknik analisis data yang relevan untuk perencanaan tata ruang, serta pemahaman terhadap tantangan dan implikasi tata kelola data dalam integrasi SESA ke dalam RTR.
Selain itu, peserta juga dibekali metode analisis integratif untuk menilai dan memilih berbagai alternatif konsep rencana secara holistik, guna memperkuat kualitas rekomendasi kebijakan dan implementasi tata ruang.
Pelatihan hari kedua difokuskan pada integrasi substansi sosial dan perubahan iklim dalam penyusunan RTR. Pada sesi ini, peserta diajak memperdalam pemahaman mengenai konsep dasar dan dimensi sosial dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan data sosial, serta penerjemahan substansi sosial ke dalam muatan RTR.
Sementara itu, sesi perubahan iklim membahas keterkaitan perubahan iklim dengan RTR, termasuk identifikasi kerentanan dan risiko multisektor berbasis data sosial, penerapan metode analisis yang tepat, serta perumusan strategi adaptasi dan mitigasi, baik berbasis ekosistem maupun pendekatan green dan blue economy.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam proses integrasi SESA ke dalam RTR yang didukung melalui GEF Indonesia SCIP menjadi instrumen penting yang sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk mewujudkan tata ruang berkelanjutan, pembangunan rendah karbon, dan ketahanan iklim.
Melalui peningkatan kapasitas ini, pemerintah daerah diharapkan semakin mampu mengambil keputusan berbasis berbagai opsi kebijakan dan investasi, sekaligus menyiapkan perangkat integrasi SESA yang ideal, sehingga substansi, prosedur, dan kelembagaan perencanaan tata ruang dapat terintegrasi secara konsisten di seluruh tahapan penyusunan RTR.