Gelar Peningkatan Kapasitas, Bappenas Perkuat Pembangunan Kota Rendah Karbon melalui GEF Indonesia SCIP

Gelar Peningkatan Kapasitas, Bappenas Perkuat Pembangunan Kota Rendah Karbon melalui GEF Indonesia SCIP

Bekasi – Dalam upaya menuju transformasi perkotaan berkelanjutan, Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Tata Ruang, Perkotaan, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana sebagai Koordinator Komponen Dialog Kebijakan dan Manajemen Pengetahuan GEF Indonesia SCIP menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bertajuk “Penguatan Perencanaan dan Pemantauan Pembangunan Perkotaan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim” pada 17-20 November 2025 di Bekasi.

Kegiatan peningkatan kapasitas yang merupakan bagian dari program GEF Indonesia SCIP ini diselenggarakan untuk merespon kebutuhan analisis dalam rangka penguatan perencanaan dan pembangunan perkotaan rendah karbon dan berketahanan iklim, lebih khususnya untuk menjembatani proses diagnostik, perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan aksi pembangunan berwawasan lingkungan secara terintegrasi. Sebanyak 46 orang perwakilan yang berasal dari pemerintah daerah percontohan GEF Indonesia SCIP, Kementerian/Lembaga, serta Bank Dunia hadir mengikuti pelatihan.

Fokus utama dari peningkatan kapasitas ini adalah mensinergikan dua instrumen strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, yaitu AKSARA (Aplikasi Perencanaan-Pemantauan Aksi Rendah Karbon Nasional) dan APEX (Advanced Practices for Environmental Excellence in Cities) Green Cities.
 
AKSARA merupakan instrumen nasional untuk pelaporan berkala aksi pembangunan rendah karbon dan berketahan iklim yang dikembangkan oleh Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas. Sementara APEX Green Cities dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC) di bawah World Bank Group sebagai perangkat analisis dan pemodelan skenario lintas sektor untuk mengidentifikasi jalur transisi kota menuju pembangunan rendah karbon yang efektif dan efisien biaya.

Melalui APEX Online Application Tool, pemerintah daerah dapat menyusun portofolio intervensi prioritas, memproyeksikan dampak aksi pembangunan terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk menyusun aksi pengembangan kota hijau dengan dampak dan biaya yang lebih terukur. 

Rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ini dimulai dari pengenalan konsep emisi GRK, sumber serta dampaknya, dilanjutkan dengan kebijakan dan strategi nasional untuk pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo langsung praktik penggunaan aplikasi, diskusi kelompok untuk pemutakhiran data di masing-masing kota pilot, ditutup dengan presentasi dari masing-masing perwakilan kelompok mengenai pengurangan emisi GRK dari berbagai sektor strategis, seperti lahan, transportasi, air limbah, pengelolaan sampah, dan energi.

Integrasi penggunaan AKSARA dan APEX Green Cities yang didukung melalui GEF Indonesia SCIP menjadi instrumen kunci yang saling melengkapi dan sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk memperkuat koordinasi pusat-daerah dalam pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim. 

Penggunaan AKSARA dan APEX Green Cities dapat membantu pemerintah daerah dalam mengambil keputusan melalui berbagai opsi kebijakan dan investasi. Sinergi kedua instrumen ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menyiapkan proyek-proyek hijau yang layak didanai (bankable).