Jakarta - Bank Dunia kembali menyelenggarakan rangkaian Implementing Support Mission kegiatan GEF Indonesia SCIP yang kelima pada tanggal 11-21 November 2025. Misi ini bertujuan untuk memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan GEF Indonesia SCIP selama tahun 2025 dan membahas rencana kegiatan untuk tahun 2026. Rangkaian kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas bersama dengan Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Kewilayahan dan Team Task Leader Bank Dunia untuk GEF Indonesia SCIP.
Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas menegaskan pentingnya pendekatan non business as usual agar kegiatan GEF Indonesia SCIP dapat tercapai sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyiapkan rencana pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi melalui prioritas investasi modal yang juga memperhatikan aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Misi Bank Dunia secara spesifik membahas setiap komponen kegiatan GEF Indonesia SCIP.
Komponen 1 akan menyelesaikan enam kegiatan kajian pada akhir tahun 2025 sebagai berikut:
Keluaran dari kegiatan-kegiatan ini menjadi masukan strategis bagi proses perencanaan tata ruang maupun pengelolaan kota terintegrasi, termasuk penyepakatan koridor atau kawasan prioritas serta daftar pendek proyek prioritas bersama kelima daerah percontohan GEF Indonesia SCIP sebagai salah satu keluaran utama dari Komponen 1.
Project Implementing Unit (PIU) Komponen 2 berkomitmen mempercepat proses penyiapan kegiatan untuk penyusunan dokumen teknis dan dokumen lingkungan dari proyek terpilih yang masuk dalam daftar pendek proyek prioritas yang dihasilkan oleh Komponen 1. Hal ini akan didahului dengan penetapan proyek terpilih melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding bersama pemerintah daerah percontohan.
Di tahun 2026, kegiatan Komponen 3 juga akan berjalan secara paralel bersama Komponen 2 untuk mendalami skema pembiayaan inovatif yang tepat untuk proyek terpilih beserta dokumen modul pembiayaannya. Selain itu, akan disusun shadow credit rating, yaitu simulasi penilaian tingkat kelayakan kredit pemerintah daerah sebagai persiapan sebelum memperoleh rating resmi dari lembaga pemeringkat, sekaligus pendampingan bagi pemerintah daerah percontohan maupun pelatihan terkait pembiayaan.
Komponen 4 telah menyelesaikan 2 dari 3 indikator capaian kegiatan berupa konsultasi publik dan keterlibatan pemerintah daerah percontohan dalam berbagi pembelajaran dan praktik baik dengan Global Platform. Meskipun demikian, pada tahun 2026 Komponen 4 akan terus bergerak secara lebih intensif untuk mendukung penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari pelaksanaan kegiatan lintas komponen kepada pihak-pihak terkait dan juga masyarakat luas.
Komponen 5 akan menguatkan Unit Manajemen Proyek agar tata kelola proyek berjalan secara optimal.
Secara keseluruhan, Bank Dunia memberikan rating Moderately Satisfactory untuk progres GEF Indonesia SCIP hingga saat ini. Pelaksanaan kegiatan Komponen 2 dan Komponen 3 akan menjadi tantangan besar bagi GEF Indonesia SCIP di tahun 2026. Namun demikian, GEF Indonesia SCIP bertekad untuk memastikan proyek tidak hanya mencapai target, tetapi juga berjalan sesuai dengan prinsip non business as usual dan relevan untuk menjawab indikator keberhasilan GEF Indonesia SCIP.