Bappenas dan Bank Dunia Pertajam Strategi Pelaksanaan GEF Indonesia SCIP
Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas bersama Bank Dunia terus memperkuat langkah strategis dalam pelaksanaan kegiatan GEF Indonesia SCIP melalui rangkaian kegiatan Mid-Term Review (MTR) Mission. Rangkaian kegiatan ini menjadi alat pemantauan dan evaluasi untuk memastikan proyek tetap berada di jalur pencapaian target hingga penutupan pada Juni 2027.
“Misi ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kemajuan proyek dan memastikan proyek tetap sesuai jalur (on track) dalam mencapai target serta mengidentifikasi hambatan dan penyesuaian yang diperlukan,” ujar Ahmad Dading Gunadi Kepala Biro Perencanaan, Organisasi, dan Tata Laksana Kementerian PPN/Bappenas selaku Project Management Unit GEF Indonesia SCIP.
Rangkaian MTR yang dimulai pada tanggal 13 April 2026 dan ditutup dengan wrap-up meeting pada 30 April 2026 berhasil memetakan capaian substansial sekaligus tantangan kritis menuju akhir proyek.
Secara umum, kegiatan GEF Indonesia SCIP dinilai on track dengan desain kegiatan dan tujuan yang ditargetkan, yaitu mendorong perubahan transformasional di kota-kota Indonesia melalui perencanaan berbasis bukti yang terkait dengan investasi modal yang diprioritaskan untuk pembangunan cerdas iklim dan konservasi keanekaragaman hayati.
Hingga tahun 2025, GEF Indonesia SCIP telah menyelesaikan berbagai kajian untuk mendukung perencanaan tata ruang dan pengelolaan kota terintegrasi, katalis investasi terintegrasi, identifikasi sumber pembiayaan alternatif, hingga pelaksanaan dialog kebijakan dan manajemen pengetahuan.
Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, mengarahkan agar hasil keluaran dari GEF Indonesia SCIP tidak hanya menjadi dokumen, tetapi dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah sekaligus memperkuat tugas dan fungsi Bappenas.
Di sisi lain, GEF Indonesia SCIP juga menghadapi sejumlah tantangan yang menjadi perhatian bersama dalam MTR. Tantangan tersebut antara lain mencakup tata kelola kelembagaan di daerah, kesinambungan pengetahuan (transfer of knowledge) di tengah perubahan atau mutasi staf pelaksana, ketersediaan alokasi anggaran hibah, serta keterlambatan pada linimasa (timeline) proyek.
Meski demikian, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan, Medrilzam, menegaskan bahwa Bappenas akan tetap fokus memastikan proyek berjalan sesuai dengan desain kegiatan, sehingga dapat menjadi model pembangunan kota berkelanjutan baik bagi kota-kota lain di Indonesia maupun menjadi percontohan di tingkat global.
Di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang ada, Yuko Arai, Task Team Leader Bank Dunia, memberikan apresiasi terhadap komitmen yang diberikan oleh Bappenas untuk tetap menyelesaikan proyek dengan optimal.