Pengendali Banjir Kota Fukuoka Jepang

Pengendali Banjir Kota Fukuoka Jepang

Kota Fukuoka merupakan kota kelima terbesar di Negara Jepang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi nomor 1 di Jepang. Pusat Kota Fukuoka sangat kompleks dengan transportasi massal yang sangat beragam seperti kereta, bus, pelabuhan, dan lainnya. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penduduk untuk bermigrasi ke Kota Fukuoka (arus urbanisasi). Namun demikian, beberapa kali kejadian bencana banjir cukup mempengaruhi berbagai kegiatan di perkotaan, salah satu yang terbesar adalah bencana banjir tahun 2003 yang dampaknya hingga membanjiri stasiun kereta bawah tanah. Curah air hujan sekitar 50-80 mm dan meningkat setiap tahunnya. Air hujan yang turun seringkali sulit terserap langsung kedalam tanah atau masuk kedalam saluran air sehingga perlu ada stasiun penampungan air hujan sebagai pengendali banjir.

 

Berdasarkan kejadian bencana banjir tersebut, Pemerintah Kota Fukuoka membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi bencana banjir. Namun, dengan jumlah penduduk di Kota Fukuoka yang terus meningkat sedangkan ketersediaan lahan terbatas maka pembangunan pengendali banjir diputuskan dibangun di bawah tanah pusat kota. Selain pusat pengendali banjir, juga dibangun titik-titik area prioritas penyerapan air hujan sebanyak 59 titik untuk dialirkan ke pusat penampungan air. Tujuan pembangunan infrastruktur ini adalah untuk menampung air hujan yang turun dan kemudian dialirkan ke sungai-sungai setelah hujan dan banjir surut. Dengan demikian, banjir dapat tertangani, aktivitas masyarakat dapat terus berlangsung dan pembangunan dilakukan secara  berkelanjutan. 

 

Perencanaan pembangunan pengendali banjir dilakukan selama 5 (lima) tahun oleh pemerintah kota. Desain pengendali banjir yang dibangun memiliki kedalaman 8 meter dibawah tanah lapangan bisbol dengan luas mencapai 15.000 meter persegi. Pusat pengendali banjir dilengkapi dengan adanya pipa/saluran untuk mengalirkan air hujan kedalam penampung air dan mengurangi jumlah air yang langsung masuk ke sungai. Selain itu, terdapat pompa untuk membuang air hujan yang telah ditampung ke sungai-sungai yang ada apabila debit sungai telah surut/berkurang.

 

Fukuoka merupakan kota pertama di Jepang yang menyiapkan formula perencanaan untuk meningkatkan tangkapan air dengan pembangunan pengendali banjir. Target tangkapan air sebesar 79,5 mm dengan kondisi tangkapan air tertinggi sebesar 20,4 mm. Pembangunan pengendali banjir ini sangat efektif menangani banjir yang terjadi, terbukti pada tahun 2009 saat terjadi curah hujan terbesar yang mencapai 116 mm, kota ini tetap mampu menampung air hujan tersebut. Status tanah yang digunakan untuk pembangunan pengendali banjir adalah milik Pemerintah Kota Fukuoka dan untuk pembangunannya dilakukan oleh pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah kota dengan biaya mencapai 2,6 Miliar Yen. Selain untuk menangkap/menampung air hujan, bagian permukaan dari bangunan pengendali banjir ini juga dapat digunakan untuk kepentingan lainnya apabila air sudah surut/hilang, seperti untuk pelaksanaan konser, kegiatan fotografi, dan acara sejenis lainnya, setelah sebelumnya dibersihkan oleh pemerintah kota.

 

Sumber: Laporan Study Visit “Sustainable Cities Development: Lesson from Japan”, Kementerian PPN/Bappenas (2023)