Provinsi DKI Jakarta

Provinsi DKI Jakarta

Area
660,98 km²
 
Population
10,6 M
 
Kepadatan Penduduk
16.154 Jiwa/km²

DKI Jakarta memiliki total luas wilayah sebesar 662 km² dengan populasi mencapai 10,5 juta penduduk dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, yaitu 15.955/km². Ekonomi Jakarta didominasi oleh jasa, perdagangan, industri pengolahan dan jasa konstruksi yang berkontribusi sebesar 18% pada PDB Indonesia. Guna lahan di Jakarta didominasi oleh kawasan permukiman yang mencakup 85,64% dari total luas wilayah. Sekitar 90% lahannya telah terbangun, mencerminkan urbanisasi yang masif sementara proporsi kawasan nonterbangun menurun 38%. 

 

DKI Jakarta terletak di dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 8 meter di atas permukaan laut. Sekitar 40% permukaan tanahnya berada 1-1,5 meter di bawah ketinggian air pasang dengan tingkat kemiringan 0-3%. Jakarta juga menjadi muara dari 13 sungai. Hal ini semakin meningkatkan risiko DKI Jakarta terhadap gelombang pasang surut, banjir dan penurunan muka tanah.

 

DKI Jakarta juga menghadapi sejumlah masalah lingkungan lainnya, mulai dari pengelolaan air limbah yang sebagian besar masih dibuang ke sungai; polusi air permukaan akibat sampah dari rumah tangga dan industri; polusi udara dan kenaikan suhu perkotaan karena peningkatan emisi dari kendaraan dan bangunan. Keanekaragaman hayati di Jakarta yang terkonsentrasi di daerah delta dan lautan, mulai dari terumbu karang, mangrove, pepohonan, spesies burung, dan lainnya juga sudah banyak yang termasuk dalam kategori rusak maupun terancam punah. 

 

DKI Jakarta dipilih sebagai kota pilot GEF Indonesia SCIP karena sejumlah hal berikut: posisi sebagai prioritas dalam RPJMN 2020-2024, kapasitas fiskal yang sangat tinggi, serta urgensi fokus pembangunan kota pada pengolahan limbah, penurunan muka tanah dan polusi badan air. DKI Jakarta juga merupakan anggota kota C40 dan Program 100 Kota Berketahanan.