Kota Palembang

Kota Palembang

Area
370 km²
 
Population
1,6 M
 
Kepadatan Penduduk
5.111 jiwa/km²

Palembang terletak di dataran rendah bagian timur Sumatera Selatan, meliputi area seluas 370 km² di kedua tepian Sungai Musi. Dengan perkiraan jumlah penduduk sebesar 1,6 juta jiwa dan kepadatan penduduk 4.510/km², Palembang merupakan kota utama di wilayah metropolitan yang ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024 dengan jumlah penduduk gabungan lebih dari 3,5 juta jiwa. Pengaruh Palembang terhadap perencanaan kota dan strategi investasi di distrik-distrik sekitarnya cukup signifikan, dengan potensi untuk semakin menguat. Palembang dikelilingi oleh lahan gambut, perkebunan kelapa sawit dan karet, serta hutan sekunder. Kota ini merupakan pusat pengolahan hasil pertanian dengan sumbangan PDRB utama (48,5%) berasal dari sektor industri manufaktur dan jasa konstruksi. 

Secara geografis, Palembang berada di kawasan dengan topografi datar. Konversi lahan dari pertanian dan nonpertanian menjadi kawasan permukiman, perkantoran, industri, hotel dan restoran serta lainnya menjadi ancaman terbesar untuk lingkungan, salah satunya mengakibatkan banjir. Palembang seringkali mengalami bencana kabut asap karena kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Palembang juga menghadapi tantangan lingkungan lain seperti polusi sungai, sedimentasi, dan degradasi drainase air yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. 

Dari sisi keanekaragaman hayati, terdapat sejumlah spesies burung di Palembang yang umum ditemukan di kawasan riparian seperti Hirundo tahitica, Lonchura oryzivora (EN), G. striata, H.indus, Nectarinia jugularis, Acridotheres javanicus (VU), Orthotomaus sutorius, Ketupa ketupu, Pycnonotus bimaculatus (NT), Copsychus saularis, Daiceumtrochileum, dan Lonchura punctulata. Dari sisi flora, kota ini mengalami penurunan tutupan pohon yang berpotensi berdampak pada keseimbangan ekosistem. 

Kota Palembang dipilih sebagai salah satu kota pilot GEF Indonesia SCIP mempertimbangkan posisinya sebagai kota prioritas dalam RPJMN 2020-2024, memiliki kapasitas fiskal yang tinggi serta karena secara aktif mendorong penyelesaian isu-isu lingkungan, termasuk yang berkaitan dengan pengelolaan lahan gambut serta polusi udara yang terjadi karena perubahan guna lahan karena perkebunan. 

Dalam konteks keterkaitan dengan berbagai program lain di Kementerian/Lembaga, Palembang merupakan anggota dari Gerakan Smart City Kementerian Komunikasi dan Informatika, salah satu kota pilot untuk proyek Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWM) serta National Urban Development Project di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat