Menara Bappenas
Menara Bappenas
Bitung terletak di bagian timur laut Provinsi Sulawesi Utara dan memiliki luas area sebesar 313 km² dengan total populasi lebih dari 200.000 jiwa. Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. Empat puluh tiga persen (43%) dari total luas wilayah Kota Bitung (13.378 ha) adalah kawasan lindung dalam bentuk hutan lindung, cagar alam, taman wisata alam, dan hutan wisata. Bitung merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Bunaken. Wilayah pesisir serta lautnya menjadi rumah bagi 86 spesies ikan, termasuk spesies ordo purba dan langka, serta rumah bagi sepuluh spesies yang terancam punah, termasuk kepiting dan lumba-lumba. Ekosistem terumbu karangnya yang unik, yaitu berupa dasar laut didominasi oleh endapan pasir vulkanik berwarna hitam keabuan menjadi daya tarik wisata perairan utama di Kawasan Timur Indonesia, terutama di Pulau Lembeh.
Pada tahun 2014, Bitung ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan sektor prioritas di bidang logistik, sektor industri, dan pengolahan ekspor, yang meliputi farmasi herbal, pengolahan ikan, dan pengolahan kelapa. Industri pengolahan berkontribusi pada 33% dari PDRB Bitung, diikuti oleh sektor pertanian/perikanan.
Sejumlah masalah lingkungan yang dihadapi oleh Bitung, antara lain terkait pengolahan limbah industri maupun persampahan, penangkapan ikan yang merusak, pencemaran pesisir dan laut dari daratan, dan degradasi ekosistem pesisir karena konversi kawasan mangrove untuk pembangunan pesisir. Ditambah dengan potensi bencana longsor, banjir dan gempa bumi, hal ini mempengaruhi ketahanan Kota Bitung maupun keanekaragaman hayati yang berada di dalamnya.
Kota Bitung dipilih sebagai kota pilot SCIP karena prioritas pembangunan yang diarahkan pada pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati perairan.